Orientasi FSL

Akhirnya datang hari yg ditunggu2.. the day of FSL Orientation.
Hehehehehe.. kita terlambat 1 jam..
Aku salah pasang jadwal. Awal yg buruk.
Tapi untungnya ga buruk2 amat.

Dikelas ada yg translate.
Jadi ada guru di depan yg kasih materi orientasi dan ada orang di belakang yg ngomong mengartikan gerakan yg dibuat oleh orang di depan.

Semakin interest aja aku dengan program ini.
Program belajar bahasanya bagus sekali.
Selain pertemuan di kelas, kita juga diharuskan terlibat dalam kegiatan2 orang tuli, dan diharuskan mengadakan pertemuan intensif (10 jam) dengan Deaf Buddy.

Peraturan lain adalah larangan untuk bicara.
Nyamm…. apa tahan ya..
Dan peraturan lain yg bikin satu kelas orientasi berceloteh adalah, bahwa hari ini adalah satu2nya kelas dengan translator..
Huahahahahaha.. aku udah mulai membayangkan gimana nantinya.. bahasa tagalog aja masih susah, apalagi ini.
Oke deh.. diterima dulu.

Di orientasi ini juga aku disadarkan bahwa Deaf people tu suatu community tersendiri dengan culture tersendiri.
Mereka bukan orang2 cacat yg butuh kasihan, tapi mereka satu kelompok dengan bahasa mereka sendiri.
Dan kita perlu belajar FSL untuk bisa berkomunikasi dengan mereka.

Bener juga.. baru belakangan aku notice bahwa semua yg ikut kelas FSL adalah hearing semua.
Mereka tujuannya sama, ingin berkomunikasi dengan deaf community.
-cuma iwan aja yg lain kali.. dia tujuannya untuk thesisnya dia.-

What a day.
Semakin aku ga sabar untuk ikut kelas.
Kita apply di kelas yg pertemuannya paling banyak – 3kali seminggu!! -
Aku pikir ini adalah cara yg paling efektif belajar bahasa.. pertemuan sesering mungkin.
Can’t wait till Monday!

Leave a Comment