Archive for SermonSummary

The Beauty of Christian Marriage

Seminar hari ini oleh Rev. Sutjipto Subeno berkaitan dengan terbitnya buku dia dan pentingnya kehidupan keluarga untuk disorot. Semua bahan seminar ada dibukunya (Indahnya Pernikahan Kristen). Aku sendiri beli 4 hehehehe tujuannya sih untuk ngado temen :)

Yg aku mo bahas disini adalah terutama dari:

*Kejadian 2:18-25

TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.
Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.” Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.

Pernikahan adalah panggilan Allah. Kata “Not Good” di alkitab pertama kali muncul pada saat Tuhan melihat bahwa manusia itu seorang diri saja. Tapi semua adalah pilihan bebas manusia. Tuhan berperan dalam segala sesuatu, tapi manusia adalah satu ciptaan istimewa yg memiliki pilihan bebas.

Adam sendiri yg menemukan bahwa dia belum menemukan penolong yg sepadan dengan dia (ay. 20). Adam mencari penolongnya.. dan Tuhan berperan serta dalam menyediakan Hawa.

Konsep pernikahan Kristen dalam alkitab diulang sampai 3kali. Pertama olah Allah sendiri dalam Kej 2:24.. kemudian oleh Yesus dalam taman Eden (Mat 19:5).. dan kemudian oleh Rasul Paulus dalam Ef 5:31 dalam kata-kata yg sama persis.
Ini menyatakan bahwa prinsip pernikahan ini sangat penting dan tidak terbatas waktu dan ruang. Yg namanya kebenaran adalah kekal..

Bentuk KASIH ada 4 macam:
-Agape: Unconditional Love
-Eros: Exclusive Love
-Filia: Brotherly Love
-Storge: Possesive Love
Ke empat kasih ini semua bisa saling berjalan hanya dalam 3 hubungan:
Hubungan antara Allah Tritunggal
Hubungan antara Allah dengan umat-Nya
dan Hubungan antara suami dengan istri (=dwitunggal).

*Efesus 5:22-33

Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.
Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela. Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat, karena kita adalah anggota tubuh-Nya.
Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat. Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.

Ayat ini mestinya jadi ayat hapalanku..
Gimana nggak.. Iwan nglamar aku pake ayat ini. Kita nikah pake undangan dengan ayat dari kitab ini juga :)
Herannya, aku masih susah ngjalanin ayat-ayat ini.
Ya beginilah.. orang bebal :)

Lembaga pernikahan sangat berkaitan dengan surga & neraka sekarang.
Gimana hayoo… pikir sendiri y :) pasti kerasa lah.. kalo kamu menikah dengan orang yg salah, ya pasti kamu akan merasakan neraka selama pernikahanmu.

Pernikahan kristen adalah cerminan dari hubungan Yesus dan jemaatnya. Dan ini hanya ada dalam kekristenan karena ini adalah rahasia besar..
Mempelai pria mewakili Kristus, dan mempelai wanita mewakili jemaat.

Seperti iwan&aku.. kita masih harus banyak belajar.
Dengan menguasai ayat-ayat ini sampe bisa nulis di undangan nikah kami dulu.. bukan berarti kami sudah jadi keluarga yg shakinah.. hehehehehe
Kami masih harus banyak belajar untuk saling menyatukan hati, saling membentuk dirinya menyesuaikan satu dengan yg lain. Dan itu perjuangan.
Karena dibentuk itu sakit.. bergesek itu sakit.. tapi itulah.. dengan berproses sama-sama itulah kekuatannya.

MAN POWER is man power
WOMAN POWER is woman power
but MAN POWER + WOMAN POWER = HUMAN POWER

It’s good I’m married with Iwan. It’s good that I have christian marriage :)

Leave a Comment

Iman (Mat 17:24-27)

Iman yg benar adalah aksi yg benar terhadap objek yg benar.
Kotbah hari ini oleh Rev. Sutjipto Subeno merupakan bagian terakhir dari rangkaian panjang mengenai iman yg dibahas di Matius pasal 17.

Iman yg benar adalah aksi yg benar terhadap objek yg benar. Bila objeknya salah, reaksinya benar itu tidak bisa dibilang kita sudah beriman.. demikian juga bila objeknya benar tetapi reaksi kita salah, tetap saja kita masih belum sepenuhnya beriman.

Perikop ini kelihatan seperti tidak ada hubungannya dengan iman. Dibaca sekilas memang seperti Yesus sedang membahas mengenai bea bait Allah. Hukum bea bait Allah yg disebutkan ini asalnya adalah dari Kel 30:13.
Satuan dirham boleh dibilang setara dengan dinar. Pada zaman itu, upah sehari adalah sebanyak 1 dinar. 2 dirham berarti setara dengan upah kerja 2 hari. Nilai itu tidak terlalu besar (tidak sampai sepersepuluh penghasilan sebulan).

Tapi kalau kita cermati lagi, perikop ini malah merupakan inti dari keseluruhan pasal 17 yg membahas mengenai iman.

Dialog percakapan yg diperlihatkan adalah para penagih pajak datang kepada Petrus dan menanyakan hal mengenai Yesus kepada Petrus.
Kenapa kepada Petrus? Ada banyak alasan.
Mungkin karena Petrus adalah seorang murid.. akan lebih mudah bertanya kepada murid daripada kepada tuannya. Atau karena Petrus memang adalah PIC dari rombongan Yesus.

Yang salah adalah, reaksi Petrus terhadap pertanyaan yg diberikan.
Ketika ditanya, apakah gurumu itu membayar pajak atau tidak? Petrus seperti menjawab asal saja. Dia menjawab “Memang bayar!”

Mengapa Petrus menjawab “Memang bayar”.. ada banyak alasan juga.
Yg paling kita mengerti adalah karena memang sifat Petrus yg memang suka asal jawab.. atau alasan lain yg paling mendasar adalah karena Petrus memberi jawaban seperti yg semua orang lakukan.
Semua orang membayar pajak, tentu saja guruku juga membayar pajak.. demikian pikir Petrus. Dan itu pula yg keluar dari mulutnya untuk menjawab para penagih.

Bagaimana reaksi Yesus mengenai hal ini?
Kemungkinan besar Yesus mendengar dialog ini dan seketika setelah Petrus memasuki rumah, Yesus langsung mengkoreksi Petrus.
Yesus balik bertanya kepada Petrus, “Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?”
Petrus menjawab benar atas pertanyaan ini, “dari orang asing”.

Yesus memberi Petrus pelajaran dengan menyuruh dia memancing ikan, dan dari mulut ikan pertama yg didapatkannya akan ada uang sejumlah 4 dirham untuk membayarkan pajak Yesus dan sekaligus pajak Petrus juga.

Petrus berlaku asal saja.. Pertanyaan yg diajukan adalah pertanyaan mengenai Yesus, tapi jawab yg Petrus berikan adalah pernyataan untuk orang kebanyakan, pernyataan yg semua orang BIASA lakukan. Petrus tidak bertanya dahulu kepada Yesus ataupun berpikir lebih jauh mengenai siapakah Yesus.
Pernyataan dibalik pertanyaan Yesus kepada Petrus adalah pertanyaan mendasar mengenai SIAPAKAH AKU INI. Orang yg disebut Mesias pada pasal sebelumnya, Anak Allah yg hidup, adalah Raja segala Raja.. Raja dunia lah yg seharusnya membayar pajak terhadap Raja segala Raja, bukan sebaliknya.

Kalau memang Petrus benar-benar mengimani bahwa Yesus adalah Mesias Anak Allah yg hidup, seharusnya dia bisa memberikan reaksi yg benar terhadap pertanyaan yg diajukan oleh para penagih pajak.
Kita seringkali juga bersikap sama. Kita cenderung untuk melakukan apa yg biasa dilakukan oleh orang lain. Padahal orang-orang sukses adalah orang-orang yg berani melakukan terobosan (melakukan hal yg berbeda).

Tapi dalam melakukan hal yg berbeda pun ada 2 arah, apakah itu semakin menjauh dari pusat atau semakin mendekat ke pusat.
Menjauh dari pusat berarti kita menjadi orang-orang yg eksentrik. Seperti dengan memakai baju-baju model-model yg nyentrik atau mengubah warna rambut bermacam-macam.
Tapi perbedaan juga dapat dilakukan dengan berani maju melawan arah dengan semakin mendekatkan diri ke pusat, seperti misalnya pada zaman semua gereja mencari tafsiran baru gereja Reformed malah semakin memusatkan semua ajarannya pada Alkitab dan tunduk pada firman Allah.

Itulah yg seharusnya kita lakukan bila kita benar-benar beriman, kita harus taat dan menyerahkan diri menjadi hamba.
Tuhan Yesus Kristus adalah raja, bukan pembantu ataupun kawan baik kita yg bisa diajak rundingan. Dan kita adalah hamba-Nya.

Leave a Comment